Dalam upaya meningkatkan kompetensi pendidik (guru), Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) PKn dan IPS Malang Provinsi Jawa Timur hari ini telah melaksanakan "Seleksi Calon Peserta Diklat Jenjang Dasar" bagi Guru PKn SD, Guru IPS SMP, Guru PKn SMP, Guru PKn SMA, Guru Geografi SMA, Guru Ekonomi SMA, Guru Sosiologi SMA, Guru Antropologi SMA, Guru IPS SMK, dan Guru PKn SMK, bertempat di ruang kelas SMA 1 Negeri Tilamuta yang diikuti oleh 50 orang guru utusan dari berbagai jenjang sekolah sekabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo sebagaimana yang disebutkan diatas mengikuti kegiatan dimaksud.
Dalam sambutannya, Kabid Dikmenti Diknas Kabupaten Boalemo, Drs. Irwan DaI menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada PPPPTK PKn dan IPS Malang yang telah memilih Kab. Boalemo dalam seleksi diklat tersebut, ini merupakan kesempatan dan peluang besar bagi guru-guru yang ada di Kab. Boalemo untuk meningkatkan kompetensinya.
Dalam kesempatan yang sama, Tim dari PPPPTK PKn dan IPS Malang yakni Bapak Ilzam dan Bapak Mukid, mengharapkan kepada guru-guru yang mengikuti seleksi ini agar dalam mengisi test tertulis ini diisi dengan sebaik-baiknya, karena nantinya hasil dari seleksi ini sebanyak 10 orang guru terbaik akan diberangkatkan insya allah bulan depan untuk mengikuti kegiatan Diklat jenjang dasar di PPPPTK PKn dan IPS Malang. Harapan kedua tentu sebagimana dalam surat pemberitahuan yang ditujukan ke Diknas Boalemo, bahwa guru-guru yang didatangkan untuk mengikuti seleksi ini adalah benar-benar memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, pengurus/aktif dalam kegiatan KKG/MGMP, berpengalaman mengajar bidang studi minimal 5 tahun, belum pernah mengikuti diklat di PPPPTK PKn dan IPS Malang, dan tidak sedang dicalonkan sebagai kepala sekolah/pengawas. Ini perlu digarisbawahi agar kesepuluh orang hasil seleksi benar-benar serius nantinya jika sudah mengikuti diklat selanjutnya di PPPPTK PKn dan IPS Malang.
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2008 Guru di Provinsi Gorontalo mendapat "oleh-oleh" dari P4TK TK dan PLB Bandung. Betapa tidak, selama 5 (lima) hari penuh dari tanggal 26 sampai dengan tanggal 30 November 2008, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (P4TK TK dan PLB)Bandung mengadakan road show di Provinsi Gorontalo yang membawa beberapa kegiatan untuk memfasilitasi peningkatan kompetensi pendidik.
Kegiatan tersebut berupa Diklat Implementasi PAKEM bagi Guru SDLB,Diklat eLanguages Bagi Guru, serta Seminar dan Workshop Sehari dengan tema The Quality Improvement Initiatives for Teachers of Early Childhood and Inclusive Education. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ibu Dra. Teriska R., M.Ed Kepala P4TK TK dan PLB Bandung, bahwa tujuan dari Diklat Implementasi PAKEM bagi Guru SDLB adalah meningkatnya kemampuan dan kompetensi Guru SDLB, Kepala Sekolah SDLB, dan Pengawas yang ada di Provinsi Gorontalo dalam mengimplementasikan Model PAKEM yang berjumlah 30 orang peserta dari kabupaten dan kota se Provinsi Gorontalo dan dilaksanakan dari tanggal 26 sampai dengan 30 November 2008 di LPMP Gorontalo.
"Kemudian untuk kegiatan Diklat eLanguages dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 27 sampai dengan 28 November 2008 dengan peserta 20 orang guru, P4TK TK dan PLB telah bekerjasama dengan British Council dalam meningkatkan kompetensi dan ketrampilan teknis guru dalam pembelajaran program pendidikan eLanguages. eLanguages adalah suatu wadah untuk kerjasama guru secara online yang dikembangkan oleh British Council dan Rages Ltd untuk Departemen for Children, School & Families (DCSF)-Depdiknas. Hal ini perlu dilakukan mengingat pada era teknologi informasi saat ini seorang guru harus dapat berkolaborasi dan menciptakan jejaring antar sekolah sehingga dapat mengakses dan menggunakan sumber belajar tambahan yang otentik, yang outputnya nanti diharapkan guru dan siswa dapat bersama-sama menjadi warga dunia", sambung Ibu Kepala P4TK TK dan PLB Bandung.
Kegiatan inti dari road show P4TK TK dan PLB Bandung dalam rangkaian memperingati Hari Guru Nasional di Provinsi Gorontalo, P4TK TK dan PLB Bandung menyelenggarakan Seminar dan Workshop Sehari dengan tema The Quality Improvement Initiatives for Teachers of Early Childhood and Inclusive Education yang diikuti oleh 200 orang pendidik dan tenaga kependidikan terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru TK, SLB, SDLB, dan SD Inklusi dari Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango.
Menurut Ibu Kepala P4TK TK dan PLB Bandung, "seminar ini sangat penting untuk dapat mempromosikan kerjasama internasional dalam hal pengajaran dan pembelajaran kreatif untuk pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dari berbagai disiplin ilmu termasuk juga untuk PTK di sekolah inklusi, juga tujuan seminar ini sekaligus mensosialisasikan pendidikan taman kanak-kanak dan pendidikan inklusi yang kreatif dan inovatif demi tercapainya kualitas pendidikan, khususnya di Provinsi Gorontalo".
"Kita telah menghadirkan nara sumber langsung dari Team Leader of IABEP dan Director of Creative Learning dari The British Council, yang diwakili oleh Mrs. Hillary Palmer dan Mr. Christophe Palmer", jelas Ibu Kepala P4TK TK dan PLB Bandung mengakhiri pembicaraan dengan admin.
Dalam rangka merespon dinamika perubahan ling-kungan strategis, setiap organisasi dituntut untuk dapat mengelola setiap perubahan yang terjadi secara tepat. Orga-nisasi demikian adalah organisasi yang tumbuh secara dinamis, yang terus menerus dalam proses perubahan, baik untuk memenuhi kebutuhan perkembangan, ataupun untuk menghadapi tuntutan perubahan lingkungan strategis, baik intern maupun ekstern organisasi.
Pembinaan pengembangan profesionalitas sumber daya manusia menjadi salah satu upaya yang tepat untuk menghadapi dan merespon segala tantangan yang berkaitan dengan perubahan lingkungan strategis. Sebagai upaya untuk mewujudkan tuntutan profesionalitas Pegawai Negeri Sipil, Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 telah menetapkan beberapa perubahan dalam manajemen Pegawai Negeri Si-pil. Perubahan tersebut membawa konsekuensi bahwa setiap organisasi pemerintah baik pusat maupun daerah harus me-miliki Sumber Daya Manusia Pegawai Negeri Sipil (SDM-PNS) yang memenuhi persyaratan baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional.
Dalam kaitan tersebut, LPMP Gorontalo mengadakan kerjasama (MOU) dengan Pusat Bahasa dan Persiapan Studi Ke Luar Negeri Univeristas Negeri Gorontalo dalam rangka program peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) Staf LPMP Gorontalo melalui Pelatihan TOEFL yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 15 Agustus 2008, Ibu Kepala LPMP Gorontalo Hj. Luizah Saidi, M.Pd dan Kepala Pusat Bahasa UNG Bapak Arzal, SPd. M.app.ling.
Tentu tujuan dari kegiatan ini bagi LPMP, adalah dapat meningkatkan kemampuan bahasa inggris Staf LPMP Gorontalo, dan sebagai persiapan dan latihan untuk mengikuti TOEFL test. Selain itu, Kegiatan ini akan dilaksanakan di Pusat Bahasa UNG selama 24 kali pertemuan, dan sudah 6 kali pertemuan yang dilaksanakan sampai dengan minggu ini.
Hari ini jam 14.00 Wita rencananya akan dilaksanakan Acara Pelantikan Kepala LPMP Gorontalo yang baru, yakni Ibu Hj. Luizah Saidi, M.Pd oleh Bapak Sesditjen PMPTK Depdiknas Jakarta Ir. Giri Suryatmana. Sebelumnya sekitar jam 12.35 Bapak Sesditjen tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo dan langsung menuju kantor LPMP. Setelah acara makan bersama seluruh staf, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dengan bapak Sesditjen di Aula LPMP.
Mengenal dari dekat Bapak Giri
Ir. Giri Suryatmana dikenal sebagai sosok yang humanis. Dibalik sikapnya yang ramah dan penyabar, selera humornya juga tinggi. Dialah Ir. Giri Suryatmana, Sekretaris Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Sesditjen PMPTK) Depdiknas. Siapa yang menyangka jika lulusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) ini akan bergulat dengat pendidik dan tenaga kependidikan yang menjadi salah satu instrumen penting dalam dunia pendidikan.
Meskipun demikian, bagi ayah dua putri ini, dunia guru bukanlah hal yang baru. Sang ayah yang berdarah Sunda, Atmo Suryatma adalah seorang guru bahkan salah seorang pendiri Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sedangkan ibunya yang berdarah Jawa, Retno, juga seorang guru lulusan Normal School, sekolah keguruan zaman Belanda yang dalam perkembangannya berubah menjadi Sekolah Pendidikan Guru (SPG).
Bagi lelaki kelahiran Bandung 30 September 1955 ini, sertifikasi guru harus diawasi betul pelaksanaannya mengingat proses ini sangat penting bagi masa depan tenaga pendidik dan sifatnya yang berkelanjutan. Disela-sela kesibukan dan jadwal kerjanya yang padat, lelaki yang memiliki hobi beternak ikan ini berbicara panjang lebar kepada Eva Rohilah dari Majalah GURU tentang sertifikasi guru dan rencana strategis percepatan peningkatan mutu di daerah terpencil.
baca disini wawancaranya mengenai komitmennya terhadap sertifikasi guru.